Entri Populer

Jumat, 28 Januari 2011

bangkinang

Nama : saiful bahri ocu bangkinang / pulau langgini / topi kampau pelajaran yang cliorganisir dan disusun sesuai dengan tujuan tertentu yang ingin dicapai. Dalam proses komunikasi guru berfungsi sebagai sumber pesan dan siswa berfungsi sebagai penerima pesan. Dalam proses komunikasi, bagaimanapun sederhananya, selalu terjadi urutan pemindahan pesan (informasi) dan sumber pesan ke penerima pesan. Sistem komunikasi dikatakan efektif manakala pesan itu dapat mudah ditangkap oleh penerima pesan secara utuh; dan sebaliknya, sistem komunikasi dikatakan tidak efektif, manakala penerima pesan tidak dapat menangkap setiap pesan yang disampaikan. Kesulitan menangkap pesan itu dapat rerjadi oleh berbagai gangguan (noise,) yang dapat menghambat kelancaran proses komunikasi. Akibat gangguan (noise,) tersebut memungkinkan penerima pesan (siswa) tidak memahami atau tidak dapat menerima sama. sekali pesan yang ingin disampaikan. Sebagai suatu strategi pembelajaran yang menekankan pada proses penyampaian, maka prinsip komunikasi merupakan prinsip yang sangat penting untuk diperhatikan. Artinya, bagaimana upaya yang bisa dilakukan agar setiap guru dapat menghilangkan setiap gangguan (noise) yang bisa mengganggu proses komunikasi. c. Prinsip Kesia pan Dalam teori belajar koneksionisme, “kesiapan” merupakan salah satu hukum belajar. Inti dan hukum belajar ini adalah bahwa setiap individu akan merespons dengan cepat dan setiap stimulus manakala dalam dirinya sudab memiliki kesiapan: sebaliknya, tidak mungkin setiap individu akan merespon setiap stimulus yang muncul manakala dalam dirinya belum memiliki kesiapan. Yang dapat kita tarik dari hukum belajar ini adalah, agar siswa dapat menerima informasi sebagai stimulus yang kita berikan, terlebih dahulu kita harus memosisikan mereka dalam keadaan siap baik secara fisik maupun psikis untuk menerima pelajaran. Jangan mulai kita sajikan materi pelajaran, manakala siswa belum siap untuk menerimanya. Seperti halnya kerja sebuah komputer, setiap data yang dimasukan akan dapat disimpan dalam memori manakala sudah tersedia file untuk menyimpan data. Setiap data tidak mungkin dapat disimpan manakala belum tersedia filenya. Oleh karena itu, sebelum kita menyampaikan informasi terlebih dahulu kita yakinkan apakah dalam otak anak sudah tersedia file yang sesuai dengan jenis informasi yang akan disampaikan atau belum, kalau seandainya belum maka terlebih dahulu harus kita sediakan dahulu file yang akan menampung setiap informasi yang akan kita sampaikan. d. Prinsip Berkelanjutan Proses pembelajaran ekspositori harus dapat mendorong siswa untuk mau mempelajari materi pelajaran lebih lanjut. Pembelajaran bukan hanya benlangsung pada saat itu, akan tetapi juga untuk waktu selanjutnya. Ekspositori yang berhasil adalah manakala melalui proses penyampaian dapat membawa siswa pada situasi ketidakseimbangan (disequilibrium), sehingga mendorong mereka untuk mencari dan menemukan atau menambah wawasan melalui proses belajar mandiri. C. Frosedur Felaksanaan Strategi Ekspositori Sebelum diuraikan tahapan penggunaan strategi ekspositori terlebih dahulu diuraikan beberapa hal yang haruss dipahami oleh setiap guru yang akan menggunakan strategi ini. 1. Rumuskan Tujuan yang Ingin Dicapai Merumuskan tujuan merupakan langkah pertama yang harus dipersiapkan guru. Tujuan yang ingin dicapai sebaiknya dirumuskan dalam bentuk perubahan tingkah laku yang spesifik yang berorientasi kepada basil belajar. Tujuan yang spesifik, seperti yang telah dijelaskan di atas, dapat rnemperjelas kepada arah yang ingin dicapai. Dengan demikian, melalui tujuan yang jclas selain dapat mcmbimnbing siswa dalam menyimak mnateni pelajaran juga akan diketahui efektivitas dan efisiensi penggunaan strategi ini. Sering terjadi, proses pembelajaran dengan cara bertutur, guru terlena dengan pembahasan yang dilakukannya, sehingga materi pelajaran menjadi melebar; tidak fokus pada permasalahan yang sedang dibahas. Dengan rumusan tujuan yang jelas, hal ini tidak akan terjadi. Sebab, tujuan yang harus dicapai akan menjadi faktor pengingat bagi guru dalam menyampaikan materi pelajaran. 2. Kuasai Materi Peajaran dengan Baik Penguasaan materi pelajaran dengan baik merupakan syarat mutlak penggunaan strategi ekspositori. Penguasaan materi yang sempurna, akan membuat kepercayaan din guru rneningkat, sehingga guru akan mudah mengelola kelas; ia akan bebas bergerak; berani menatap siswa; tidak takut dengan perilaku-perilaku siswa yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran; dan lainlain. Sebaliknya, manakala guru kurang rnenguasai materi pelajaran yang akan disampaikan, ia akan kurang percaya din sehingga ia akan sulit bergerak; takut melakukan kontak mata dengan siswa; menjelaskan materi pelajaran serba tanggung dengan suara yang pelan dan miskin ilustrasi dan lain sebagainya. Akibatnya? Ia akan sulit mengatur irama dan iklim pembelajaran. Guru akan sulit mengontrol dan mengendalikan perilaku-perilaku siswa yang dapat mengganggu jalannya proses pembelajaran. Agar guru dapat menguasai materi pelajaran ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, pelajari sumber-sumber belajar yang mutakhir. Kedua, persiapkan masalah-masalah yang mungkin muncul dengan cara menganalisis materi pelajaran sampai detailnya. Ketiga, buatlah garis besar materi pelajaran yang akan disampaikan untuk memandu dalam penyajian agar tidak melebar. 3. Kenali Medan dan Berbagai Hal yang Dapat Memengaruhi Proses Penyampaian Mengenali lapangan atau medan merupakan hal penting dalam langkah persiapan. Pengenalan medan yang baik rnernungkinkan guru dapat mengantisipasi berbagai kernungkinan yang dapat mengganggu proses penyajian materi pelajaran. Beberapa hal yang berhubungan dengan medan yang harus dikenali di antaranya, pertama, latar belakang audiens atau siswa yang akan menerima materi, rnisalnya kemampuan dasar atau pengalarnan belajar siswa sesuai dengan materi yang akan disampaikan, minat dan gaya belajar siswa, dn lain sebagainya. Kedua, kondisi ruangan. baik menyangkut luas dan besarnya ruangan, pencahayaan, posisi tempat duduk, maupun kelengkapan ruangan itu sendiri. Pemahaman akan kondisi ruangan itu diperlukan untuk mengatur tempat duduk dan/atau untuk menenipatkan media yang digunakan, misalnya di mana sebaiknya layar OHP atau LCD disimpan, di mana sebaiknya gambar dipasang, dan lain sebagainya. Keberhasilan penggunaan strategi ekspositori sangat tergantung pada kemampuan guru untuk bertutur atau menyampaikan materi pelaj aran. Ada beberapa langkah dalam penerapan strategi ekspositori, yaitu: 1. Persiapan (preparation) 2. Penyajian (presentation) 3. Menghubungkan (correlation) 4. Menyimpul kan (generalization) 5. Penerapan (aplication) Setiap langkah itu diuraikan di bawah mi. 1. Persiapan (Preparation) Tahap persiapan berkaitan dengan mempersiapkan siswa untuk menerima pelajaran. Dalam strategi ekspositori, langkah persiapan merupakan langkah yang sangat penting. Keherhasilan pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan strategi ekspositori sangat tergantung pada langkah persiapan. Tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan persiapan adalah: • Mengajak siswa keluar dan kondisi mental yang pasif. • Membangkitkan motivasi dan minat siswa untuk belajar. • Merangsang dan menggugah rasa ingin tahu siswa. • Menciptakan suasana dan iklim pembelajaran yang terbuka. Beberapa hal yang harus dilakukan dalam langkah persiapan di antaranya adalah: a) Berikan sugesti yang positif dan hindari sugesti yang negatif Memberikan sugesti yang positif akan dapat membangkitkan kekuatan pada siswa untuk menenibus rintangan dalam belajar. Sebaliknya. sugesti yang negatif dapat mematikan sernangat belajar. Perhatikan contoh sugesti yang negatif yang diberikan oleh guru sebelum ia menyaj ikan materi pelajaran. Anak-anak hari ini kita akan mempelajari materi pelajarnn tersulit yang pernah kalian pelajari. Banyak, bahkan hampir semua kakak-kakak kelas kalian yang gagal menguasai materi ini. Oleh sebah itu, kalian hams bersungguh-sungguh untuk belajar agar tidak mendapatkan nasib seperti yang dialami oleh kakak-kaleak kelas kalian. Apa yang Anda rasakan seandainya guru Anda berkata demikian sebelum ia memulai pelajaran? Ya, pasti dalarn bayangan Anda, Anda akan merasa berat untuk mempelajari materi pelajaran yang akan disampaikan. Seakan-akan Anda akan menghadapi pekerjaan yang sangat “wahhh...” Sehingga sebelum belajar dirnulai energi Anda sudah terkuras habis, selanjutnya Anda pun tidak akan bergairah untuk belajar. Manakala perasaan itu muncul, jangan harap proses pembelajaran akan menghasilkan sesuatu yang kita harapkan. Coba Anda bandingkan dengan pernyataan guru di bawah. ini. Anak-anak hari ini kita akan mnempelajani mateni pelajarczn yang penuh dengan tantangan dan sangat mengasyikkan. Memang dulu, ada kakak kelas kalian yang kurang nlenguasai materi ini. Saya kira, hal mi disebabkan karena niereka kurang bersungguh-sungguh dalam mempelajarinya. Oleh sebab itu, saya harapkan kalian untuk nicningkatkan sedikit motivasi untuk belajar agar materi pelajaran yang sangat penting ini dapat kalian kuasai dengan optimal. Pernyataan di atas berbeda dengan pernyataan sebelumnya, bukan? Ya, pcrnyataan di atas merupakan pernyataan yang bisa mendorong siswa kita untuk belajar lebih giat. Inilah yang dirnaksud dengan memberikan sugesti yang positif. Siswa tidak akan merasa dibebani, justru mereka akan merasa tertantang untuk rnernpelajari materi pelajaran yang akan disampaikan itu. b) Mulailah dengan mengemukakan tujuan yang harus dicapal Mengemukakan tujuan sangat penting artinya dalarn setiap proses pembelajaran. Dengan mengernukakan tujuan siswa akan paham apa yang harus mereka kuasai serta mau dibawa ke mana mereka. Dengan demikian, tujuan merupakan “pengikat” baik bagi guru maupun bagi siswa. Langkah penting ini sering terlupakan oleh guru. Dalam pembelajaran, guru langsung menjelaskan materi pelajaran. Dengan demikian bagi siswa akan mengalami kesulitan, sebab mereka memerlukan waktu untuk beradaptasi terhadap materi pelajaran yang dibahas. Bahkan, sering terjadi untuk siswa tertentu proses adaptasi mernerlukan wakru yang cukup lama. Artinya, walaupun sudah larna guru bicara tetapi mereka belum mengerti apa yang hendak dicapai oleh pembicaraan guru. c) Bukaiah file dalam otak siswa Coba Anda bayangkan, seandainya seorang guru menyampaikan materi pelajaran yang sama sekali asing bagi Anda, artinya materi itu sama sekali materi yang belurn Anda kenal. Anda akan sulit menangkap materi yang disampaikan itu, bukan? Apalagi jika dalam menyampaikan materi itu guru rnenggunakan istilah-istilah yang sama sekali asing di telinga kita. Bagaikan kerja sebuah komputer, data akan dapat disimpan manakala sudah tersedia filenya. Demikian juga otak siswa, materi pelajaran akan bisa ditangkap dan disimpan dalam memori manakala sudah tersedia file atau kapling yang sesuai. Artinya, sebelum kita menyampaikan materi pelajaran maka terlebih dahulu kita harus membuka file dalam otak siswa agar materi itu bisa cepat ditangkap, 2. Penyajian (Presen (a (loll) Langkah penyajian adalah langkah penyampaian materi pelajaran sesuai dengan persiapan yang telah dilakukan. Yang harus dipikirkan oleh setiap guru dalam penyajian ini adalah bagaimana agar materi pelajaran dapat dengan mudah ditangkap dan dipahami oleh siswa. Oleh sebab itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pelaksanaan langkah ini. a) Penggunaan bahasa Penggunaan bahasa merupakan aspek yang sangat berpengaruh untuk keberhasilan presentasi. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan bahasa. Pertama, bahasa yang digunakan sebaiknya bahasa yang bersifat komunikatif dan mudah dipahami. Bahasa yang komunikatif hanya mungkin muncul manakala guru memiliki kemampuan bertutur yang baik. Oleh karenanya, guru dituntut untuk tidak menyajikan materi pelajaran dengan cara membaca. buku atau teks tertulis, tetapi sebaiknya guru menyajikan materi pelajaran secara langsung dengan bahasanya sendiri. Kedua, dalam penggunaan bahasa guru harus memerhatikan tingkat perkembangan audiens atau siswa. Misalnya, penggunaan bahasa untuk anak SD berbeda dengan bahasa untuk tingkat rnahasiswa, b) Intonasi suara Intonasi suara adalah pengaturan suara sesuai dengan pesan yang ingin disampaikan. Guru yang baik akan mernahami kapan ia harus meninggikan nada suaranya, dan kapan ia harus rnelemahkan suaranya. Pangaturan nada suara akan membuat perhatian siswa tetap terkontrol, sehingga tidak akan mudah bosan. c) Menjaga kontak mata dengan siswa Dalam proses penyajian materi pelajaran, kontak mata (eye contact,) merupakan hal yang sangat penting untuk membuat siswa tetap memerhatikan pelajaran. Melalui kontak mata yang selamanya terjaga, siswa bukan hanya akan merasa dihargai oleh guru, akan tetapi juga mereka seakan-akan diajak terlibat dalarn proses penyajian. Oleh sebab itu, guru sebaiknya secara terus-menerus menjaga dan memeliharanya. Pandanglah siswa secara bergiliran, jangan biarkan pandangan mereka tertuju pada hal-hal di luar materi pelajaran. d) Menggunakan joke-joke yang menyegarkan Menggunakan joke adalah kemampuan guru untuk menjaga agar kelas tetap hidup dan segar melalui penggunaan kalimat atau bahasa yang lucu. Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan joke di antaranya. Pertama, joke yang digunakan harus relevan dengan isi materi yang sedang dibahas. Kedua, sebaiknya joke muncul tidak terlalu sering. Guru yang terlalu sering mernunculkan joke hanya akan membuat kelas seperti dalam suasana pertunjukan. Oleh sebab itu, guru mesti paham kapan sebaiknya ia memunculkan joke-joke tertentu. Guru dapat memunculkan joke apabila dirasakan siswa sudah kehilangan konsentrasinya yang bisa dilihat dan cara mereka duduk yang tidak tenang, cara mereka mernandang atau dengan gejala-gejala perilaku tertentu, misalnya dengan mernain-mainkan alat tulis, mengetuk-ngetuk meja, dan lain sebagainya. 3. Korelasi (Correlation) Langkah korelasi adalah langkah menghubungkan materi pelajaran dengan pengalarnan siswa atau dengan hal-hal lain yang memungkinkan siswa dapat menangkap keterkaitannya dalam struktur pengetahuan yang telah dimilikinya. Langkah korelasi dilakukan tiada lain untuk memberikan makna terhadap materi pelajaran, baik makna untuk memperbaiki struktur pengetahuan yang telah dimilikinya maupun makna untuk meningkatkan kualitas kemampuan berpikir dan kemampuan motorik siswa. BAGAIN 8-1 Mengorelasikan Bahan Menjadi Lebih Bermakna Sering terjadi, dalam suatu pembelajaran setelah siswa menerima materi pelajaran dan guru, ia tidak dapat menangkap makna untuk apa materi pelajaran itu dikuasai dan dipahami; apa manfaat materi pelajaran yang telah disampaikan; bagaimana kaitan materi yang baru disampaikan dengan pengetahuan yang telah sejak lama dimilikinya; dan lain sebagainya. Melalui langkah korelasi, semua pertanyaan tersebut tidak perlu ada, sebab dengan mengaitkan (mengorelasikan) materi pelajaran dengan berbagai hal, siswa akan langsung memahaminya. 4. Menyimpulkan (Generalization) Menyimpulkan adalah tahapan untuk memahami inti (core,) dan materi pelajaran yang telah disajikan. Langkah menyimpulkan merupakan langkah yang sangat penting dalam strategi ekspositori, sebab melalui langkah menyimpulkan siswa akan dapat mengambil inti sari dan proses penyajian. Menyimpulkan berarti pula memberikan keyakinan kepada siswa tentang kebenaran suatu paparan. Dengan demikian, siswa tidak merasa ragu lagi akan penjelasan guru. Kalau diibaratkan dengan memasukkan data pada suatu proses penggunaan komputer, menyimpulkan adalah proses men-save data tersebut, sehingga data yang baru saja dimasukkannya akan tarsimpan di memori, dan akan muncul kembali manakala dipanggil untuk digunakan. Menyimpulkan bisa dilakukan dengan beberapa cara, di antaranya pertama, dengan cara mengulang kembali intiinti materi yang menjadi pokok persoalan. Dengan cara demikian, diharapkan siswa dapat menangkap inti materi yang telah disajikan. Kedua, dengan cara memberikan beberapa pertanyaan yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Dengan cara dernikian, diharapkan siswa dapat mengingat kembali keseluruhan materi pelajaran yang telah dibahas. Ketiga, dengan cara maping melalui pemetaan keterkaitan antar materi pokok-pokok materi. 5. Mengaplikasikan (Aplication) Langkah aplikasi adalah langkah unjuk kemampuan siswa Setelah mereka menyimak penjelasan guru. Langkah mi merupakan langkah yang sangat penting dalam proses pembelajaran ekspositori, sebab melalui langkah ini guru akan dapat mengumpulkan informasi tentang penguasaan dan pemahaman materi pelajaran oleh siswa. Teknik yang biasa dilakukan pada langkah ini di antaranya, pertama, dengan membuat tugas yang relevan dengan materi yang telah disajikan. Kedua, dengan memberikan tes yang sesuai dengan materi pelajaran yang telah disajikan. D. Keunggulan dan Kelemahan Strategi Ekspositori 1. Keunggulan Strategi pembelajaran ekspositori merupakan strategi pembelajaran yang banyak dan sering digunakan. Hal ini disebabkan strategi ini memiliki beberapa keunggulan, di antaranya: a. Dengan strategi pembelajaran ekspositori guru bisa mengontrol urutan dan keluasan materi pembelajaran, dengan demikian ia dapat mengetahui sampai sejauh mana siswa menguasai bahan pelajaran yang disampaikan. b. Strategi pembelajaran ekspositori dianggap sangat efektif apabila materi pelajaran yang hartis dikuasai siswa cukup luas, sementara itu waktu yang dimiliki untuk belajar terbatas. c. Melalui strategi pembelajaran ekspositori selain siswa dapat mendengar melalui penuturan (kuliah) tentang suatu materi pelajaran, juga sekaligus siswa bisa melihat atau mengobservasi (melalui pelaksanaan demonstrasi). d. Keuntungan lain adalah strategi pembelajaran ini bisa digunakan untuk jurnlah siswa dan ukuran kelas yang besar. 2. Kelemahan Di samping memiliki keunggulan, strategi ekspositori juga memiliki kelemahan, di antaranya: a. Strategi pembelajaran ini hanya rnungkin dapat dilakukan terhadap siswa yang memiliki kemampuan mendengar dan menyimak secara baik. Untuk siswa yang tidak memiliki kemampuan seperti itu perlu digunakan strategi yang lain. b. Strategi mi tidak mungkmn dapat melayani perbedaan setiap individu baik perbedaan kemampuan, perbedaan pengetahuan, minat, dan bakat, serta perbedaan gaya belajar. c. Karena strategi lebih banyak diberikan melalui ceramah, maka akan sulit mengembangkan kemampuan siswa dalam hal kemampuan sosialisasi, hubungan interpersonal, serta kemampuan berpikir kritis. d. Keberhasilan s trategi pembelajaran ekspositori sangat tergantung kepacla apa yang dimiliki guru, seperti persiapan, pengetahuan, rasa percaya diri, semangat, antusiasme, motivasi, dan berbagai kemampuan seperti kemampuan bertutur (berkomunikasi), dan kemampuan mengelola kelas. Tanpa itu sudah dapat dipastikan proses pembelajaran tidak mungkin berhasil. e. Oleh karena gaya komunikasi strategi pembelajaran lebih banyak terjadi satu arah (one-way communication), maka kesempatan untuk mengontrol pemahaman siswa akan materi pembelajaran akan sangat terbatas pula. Di samping itu, komunikasi satu arah bisa mengakibatkan pengetahuan yang dimiliki siswa akan terbatas pada apa yang diberikan guru.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar